Thursday, 15 January 2026

Prabowo : “Laporkan Pejabat Menyimpang, Jangan Mau Ditipu!”

Jakarta – Dalam suasana khidmat peringatan Hari Lahir Pancasila, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang menggugah sekaligus memperingatkan seluruh pejabat negara, dari tingkat pusat hingga desa. Berbicara dari mimbar Gedung Pancasila di Jakarta, Senin (2/6) pagi, Prabowo menegaskan komitmennya terhadap pemerintahan yang bersih dan berpihak pada rakyat, serta menyerukan perlawanan terhadap segala bentuk penyelewengan kekuasaan.

“Jangan ragu-ragu, melihat pejabat pemimpin melanggar, laporkan!” tegas Prabowo dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan hadirin. Ia menyebut, kemajuan teknologi saat ini memungkinkan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia untuk ikut mengawasi jalannya pemerintahan secara langsung dan real time.

“Setiap rakyat di desa bisa menggunakan gadget, kalau ada bukti, segera siarkan. Jangan mau menerima penyelewengan, jangan mau terima pejabat yang berbuat sekehendak dirinya,” lanjutnya lantang.

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan peringatan keras kepada para pejabat, mulai dari pemimpin provinsi, bupati, wali kota, hingga kepala desa. Presiden menegaskan bahwa jabatan bukan tempat mencari keuntungan pribadi, melainkan amanat yang harus dijaga sepenuhnya demi kesejahteraan rakyat.

“Jaga kepercayaan rakyat. Jangan menipu rakyat. Jaga kekayaan rakyat. Jangan mencuri dari kekayaan rakyat. Kalau tidak mampu, jangan masuk ke pemerintahan. Kalau tidak mampu, jangan menerima mandat dari rakyat,” ujarnya, menyisipkan pesan moral yang kuat kepada seluruh aparatur negara.

Pidato tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo akan mengambil sikap tegas terhadap praktik korupsi yang telah lama mencederai keadilan sosial dan ekonomi di Indonesia.

Presiden juga menyinggung soal kekayaan Indonesia yang luar biasa namun selama ini belum dirasakan merata oleh rakyat kecil. Presiden mengaku optimistis bahwa Indonesia mampu menjadi negara hebat jika bebas dari para pencuri kekayaan rakyat.

“Kekayaan kita sangat besar, tetapi terlalu banyak maling-maling yang mencuri uang rakyat. Dan untuk itu, saya bertekad akan menertibkan semua,” tegasnya.

Prabowo tak hanya mengajak aparat penegak hukum dan institusi negara, tetapi juga anak-anak muda untuk bergandengan tangan melawan korupsi. Dia ingin generasi penerus dapat mewarisi negeri yang kuat, adil, dan bebas dari kemiskinan.

Menutup pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan pesan yang sarat semangat kepada generasi muda. Prabowo menyebut mereka sebagai harapan bangsa yang kelak akan mengambil alih tampuk kepemimpinan.

“Kami adalah angkatan yang sebentar lagi akan meninggalkan podium. Kita sekarang berjuang melawan korupsi supaya Anda mengambil alih negara dalam keadaan baik, kuat. Tidak boleh ada kemiskinan di Indonesia. Tidak boleh ada kelaparan di Indonesia. Mari kita bersatu,” tutup Prabowo dengan nada penuh harap.

Peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini tak hanya menjadi momen refleksi terhadap nilai-nilai dasar negara, tetapi juga penegasan arah pemerintahan yang ingin dibangun: pemerintahan yang bersih, berpihak kepada rakyat, dan tanpa toleransi terhadap pengkhianat mandat rakyat.(SM)

Berita Terbaru

Angin Puting beliung Mengamuk di Lubuklinggau
26 Nov

Angin Puting beliung Mengamuk di Lubuklinggau

  Atap Terbang, Bedeng Rusak LUBUKLINGGAU — Hujan deras yang disertai angin puting beliung memorak-porandakan kawasan pemukiman di Jalan Permai

Maling beraksi dirumah polisi, satu pelaku kabur
26 Nov

Maling beraksi dirumah polisi, satu pelaku kabur

Maling beraksi dirumah polisi, satu pelaku kabu LUBUKLINGGAU — Upaya pencurian di rumah seorang anggota Polres Lubuklinggau berubah menjadi drama

Dibalik bayang bayang keadilan : jejak korupsi dan integritas aparat penegak hukum dipertanyakan
12 Nov

Dibalik bayang bayang keadilan : jejak korupsi dan integritas aparat penegak hukum dipertanyakan

SUMATERA –Deretan kasus korupsi di Sumatera kembali menyeret perhatian publik. Dari ujung utara hingga selatan, aparat penegak hukum sibuk membongkar

Hutan Warisan Dunia di Ujung Tanduk — Dugaan Oknum Polhut di Balik Penjarahan TNKS Rawas
10 Okt

Hutan Warisan Dunia di Ujung Tanduk — Dugaan Oknum Polhut di Balik Penjarahan TNKS Rawas

    MURATARA- Bayangan hijau Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) kini kian memudar. Hutan tropis yang dahulu lebat dan lembap

80 Tahun Merdeka, Negara Masih Menetek Darah Rakyat
17 Agu

80 Tahun Merdeka, Negara Masih Menetek Darah Rakyat

Benarkah Indonesia 2030 Bisa Bubar SUMATERA– Delapan dekade setelah Proklamasi 1945, rakyat Indonesia kembali menatap wajah ironi. Negeri yang disebut

Jejak BBM “Langka di Pompa, Melimpah di Jerigen”: Dari Musi Rawas, Lubuklinggau hingga Muratara
17 Agu

Jejak BBM “Langka di Pompa, Melimpah di Jerigen”: Dari Musi Rawas, Lubuklinggau hingga Muratara

MUSI RAWAS – Alih-alih menjadi tempat pelayanan publik untuk kebutuhan energi masyarakat, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.316.154 yang

berita terkini

Angin Puting beliung Mengamuk di Lubuklinggau
26 Nov

Angin Puting beliung Mengamuk di Lubuklinggau

  Atap Terbang, Bedeng Rusak LUBUKLINGGAU — Hujan deras yang disertai angin puting beliung memorak-porandakan kawasan pemukiman di Jalan Permai

Maling beraksi dirumah polisi, satu pelaku kabur
26 Nov

Maling beraksi dirumah polisi, satu pelaku kabur

Maling beraksi dirumah polisi, satu pelaku kabu LUBUKLINGGAU — Upaya pencurian di rumah seorang anggota Polres Lubuklinggau berubah menjadi drama

Dibalik bayang bayang keadilan : jejak korupsi dan integritas aparat penegak hukum dipertanyakan
12 Nov

Dibalik bayang bayang keadilan : jejak korupsi dan integritas aparat penegak hukum dipertanyakan

SUMATERA –Deretan kasus korupsi di Sumatera kembali menyeret perhatian publik. Dari ujung utara hingga selatan, aparat penegak hukum sibuk membongkar

Hutan Warisan Dunia di Ujung Tanduk — Dugaan Oknum Polhut di Balik Penjarahan TNKS Rawas
10 Okt

Hutan Warisan Dunia di Ujung Tanduk — Dugaan Oknum Polhut di Balik Penjarahan TNKS Rawas

    MURATARA- Bayangan hijau Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) kini kian memudar. Hutan tropis yang dahulu lebat dan lembap

80 Tahun Merdeka, Negara Masih Menetek Darah Rakyat
17 Agu

80 Tahun Merdeka, Negara Masih Menetek Darah Rakyat

Benarkah Indonesia 2030 Bisa Bubar SUMATERA– Delapan dekade setelah Proklamasi 1945, rakyat Indonesia kembali menatap wajah ironi. Negeri yang disebut

Jejak BBM “Langka di Pompa, Melimpah di Jerigen”: Dari Musi Rawas, Lubuklinggau hingga Muratara
17 Agu

Jejak BBM “Langka di Pompa, Melimpah di Jerigen”: Dari Musi Rawas, Lubuklinggau hingga Muratara

MUSI RAWAS – Alih-alih menjadi tempat pelayanan publik untuk kebutuhan energi masyarakat, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.316.154 yang